Home

Bunga Bangkai Kembali Mekar di Cibodas

Leave a comment

Bunga Bangkai Kembali Mekar di Cibodas

Sumber: Kompas.com, 28 April 2011
Oleh: Tri Wahono
Jakarta

Bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas akan kembali berbunga untuk ketiga kalinya dalam bulan Mei 2011. Sebelumnya, bunga ini berbunga pertama kali pada tahun 2003 dan kembali berbunga pada 10 Mei 2007. Amorphopallus titanum biasanya tumbuh di tempat terbuka yang relatif miring dan mendapat banyak cahaya matahari. Bunga ini juga biasa tumbuh di tanah yang gembur dan banyak mengandung humus serta memiliki aerasi yang baik. Pengelola Kebun Raya Cibodas pun menempatkan bunga langka ini di belakang guest house, lokasi yang paling mirip dengan habitat aslinya.

Bunga bangkai raksasa yang ada di Kebun Raya Cibodas dibawa dari Sumatera. Pada tahun 2000, tim eksplorasi Kebun Raya Cibodas mengambilnya dari Taman Nasional Kerinci Seblat, Jambi, pada ketinggian 680 meter di atas permukaan laut dan menanamnya kembali pada 26 Juni 2000. “Dulu bunga ini ditanam di belakang rumah kaca, tetapi karena tanahnya merah maka dipindah ke lokasi yang sekarang. Tanahnya lebih banyak mengandung humus,” kata Makmur, salah seorang pegawai Kebun Raya Cibodas yang ikut menanam Amorphopallus titanum.

Bunga yang memiliki tiga fase pertumbuhan ini–vegetatif (berdaun), generatif (berbunga), dorman (istirahat)–berbunga setiap empat tahun sekali. Oleh sebab itu masa berbunganya menjadi momen istimewa yang selalu ditunggu-tunggu.(National Geographic Indonesia/Agung Dwi Cahyadi)

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

15 Comments

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

HA. Kiswanto & PA/Natura Conservanda
Naturae, Padang, 01 Agustus 2010

“Akhirnya apa yang saya lakukan seperti yang dilakukan para peneliti, sekarang berhasil dengan mekarnya Rafflesia yang saya tanam sendiri. Walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama” begitu kata Pemiliknya yang sudah bertahun-tahun hidup bersama Rafflesia di daerahnya.

Rafflesia arnoldi
Gambar 1. Rafflesia arnoldi mekar di halaman rumah

Setelah keberhasilan mekarnya bunga Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor (KRB) pada awal bulan Juni 2010 dan pertengahan bulan Juli 2010 lalu. Pada hari Kamis tanggal 29 Juli kemaren di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam juga diketahui berhasil mekar bunga terbesar di dunia, yaitu bunga Rafflesia arnoldii R. Br. Bunga tersebut mekar secara sempurnadi halaman rumah salah seorang penduduk.
Menurut pemilik rumah tersebut, “Rafflesia tersebut sudah ditanam melalui proses injeksi pada inangnya Tetrastigma lebih kurang tiga tahun yang lalu. Ini merupakan bunga pertama yang berhasil mekar secara sempurna.”

Rafflesia arnoldi
Gambar 2. Posisi Rafflesia arnoldi yang mekar di halaman rumah dan dinaungi oleh tumbuhan inangnya

Berdasarkan pengamatan RMT – Natura Conservanda, sebanyak 39 orang turis asing telah menikmati mekarnya bunga yang berada di pinggir kolam tersebut. Kedatangan turis asing tersebut terbagi atas dua rombongan.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh yang diperuntukkan bagi pelestarian Rafflesia, daerah ini juga telah menjadi daerah tujuan wisata yang penting bagi para pelancong dan turis asing.

QNSe0730-7944
Gambar 3. Rafflesia arnoldi R. Br. mekar juga setelah menunggu waktu yang lama dengan sangat sempurna

Sehingga dengan mekarnya Rafflesia di halaman rumah penduduk ini, akan lebih menambah nilai tersendiri bagi daerah ini. Apalagi informasi ini juga menjadi informasi yang paling berharga dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam pelestarian Rafflesia yang selama ini sangat sulit untuk di ex-situkan. (HAK&PA).

Warga Pagaralam Temukan Bunga Bangkai

Leave a comment

Pagaralam, Sumsel, 01 Juni 2010

Warga Kota Pagaralam, Sumatera Selatan menemukan bunga langka jenis bunga bangkai setinggi dua meter di Dusun Petani, Kelurahan Alun Dua, Kecamatan Pagaralam Utara, Selasa.
Bunga bangkai spesies Amorphophallus Titanum yang tergolong langka ini ditemukan di areal perkebunan kopi milik Arif yang berjarak sekitar dua kilometer dari pusat kota.
Saat ini lokasi tumbuh bungga bangkai itu juga sudah dibuat pagar pembatas, agar ketika pengunjung datang tidak langsung bersentuhan sehingga tidak merusak bunga tersebut. Penemuan bunga ini menarik perhatian warga Pagaralam yang datang untuk melihat langsung lokasi tumbuh tanaman langka itu.
Bahkan lokasi menuju tempat tersebut sudah dibersihkan dan dibuat jalan agar mempermudahkan pengunjung melihatnya. “Penemuan bunga bangkai ini secara tidak sengaja pada saat sedang memancing ikan, ternyata di sekitar sungai kecil itu tumbuh bunga bangkai setinggi dua meter. Saat ditemukan belum mekar, sehingga bau busuk belum terasa, namun penemuan ini mengundang perhatian warga setempat,” kata Abu, warga setempat.
Menurut dia, bunga bangkai ini lebih dikenal warga setempat dengan nama bunga keghubut sudah tiga kali tumbuh, yaitu tahun 1957, 1986, dan terakhir 2010.
Lokasinya juga tidak terlalu jauh masih sekitar penemuan bunga yang terakhir ini.
“Biasanya bunga ini tumbuh di sekitar sungai dan lahan lembab. Bunga ini cukup jarang ditemukan dan jarak tumbuhnya juga cukup lama mencapai puluhan tahun,” ujarnya.
Lokasi penemuan bunga bangkai itu, menurut dia, sekitar 1 km dari jalan aspal simpang tiga Dusun Petani, Kelurahan Alun Dua, Pagaralam Utara. Bunga bangkai ini diperkirakan berdiameter sekitar 25 cm, dengan tinggi 2 meter.
“Untuk mengamankan lokasi bunga bangkai itu, terpaksa dilakukan pemagaran agar tidak rusak saat pengunjung datang. Sebetulnya wajar banyak masyarakat datang ingin melihat, mengingat biasanya baru 25 tahun akan tumbuh lagi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Pagaralam, Jumaldi Jani, mengatakan bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia.
Berbeda dengan bunga langka jenis Rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan. Bila Rafflesia menjadi tanaman parasit pada tumbuhan rambat, bunga bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.
“Bunga ini tumbuh di daerah dingin dengan suhu di bawah 20 derajat celcius, kami sudah menemukan tiga kali jenis bunga bangkai di Dusun Sandar Angin, Bumiagung dan Simpang Petani. Bunga ini mengalami dua fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi penemuan bunga bangkai, untuk meneliti dampak terhadap tanah tersebut dengan tumbuhnya bunga tersebut. Biasanya bunga jenis ini bila sudah mekar akan menimbulkan bau busuk pada radius 25 meter, terutama pada malam hari.(*)
(L.U005*B014/R009)

sumber:
- Antara
- INCL 13-21b

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 399 other followers

%d bloggers like this: