keberadaan QueTM kemaren ternyata telah memberikan inspirasi dan inovasi bagi HabTM termasuk toengaoe untuk menempatkan kehadiran dalam gemericik air yang semakin menyusut seiring dengan kemarau yang semakin panjang akibat dari climate change. QueTM pun diminta untuk bergerak menuju samping yang kemaren HabTM bertebaran. Ini lagi yang menjadi new record berikutnya dalam keheningan yang terlukiskan dalam rentang tapakan setapak demi setapak. Tidak ada temuan namun bekas terhampar dengan begitu nyata sehingga muncul sebuah kesepahaman untuk mengiyakan yang terlukiskan dalam warna yang menarik dalam suatu tumpukan tuo. Pewarna yang mengiringi toengaoe dan HabTM tampak sangat serius dalam keterbukaan dan asanya untuk bertemu kembali dengan sexy yang diwarnainya. Terlalu banyak tapak untuk kembali yang berserakan dipasir yang mengering sehingga menjadi debu yang membuat sesak napas. Tetapi semuanya berlalu begitu saja ketika QueTM mensukseskan diri menemui pemusnah yang kecewa dengan harapannya yang tidak terpenuhi karena dorongan sesosok yang dipercayainya. Toengaoe pun berpindah mendekati pemusnah dimana QueTM ikutan berpindah ke arah yang lain. Perpindahan toengaoe tersebut ternyata sama saja dengan warnai yang sudah sirna dari pandangan. Namun HabTM berusaha memiliki harapan yang menghadirkan gambaran-gambaran yang nyata tentang apa yang ada. Titik demi titik terekam dalam mesin waktu yang menjadi dasar dalam melanjutkan tradisi yang diinginkan toengaoe bersama-sama gerombolannya. Semakin dekat dengan keberadaan rembulan yang semakin terang, toengaoe dan gerombolannya kembali bergulir menuju base yang tertinggal dalam menikmati masa-masa dalam beberapa detik yang berlalu.

q090309t