kembali toengaoe berkeliling menemui kawan-kawan. Setelah teriakan fajar yang sedikit murung, ducati yang menemaninya mengarahkan lurus gulirannya menuju sebuah batu besar yang berisi banyak ruangan hampa. Sesosok menemuinya dengan berbagai macam cerita yang selalu diulang-ulang untuk mengenang rimba belantara yang telah mengajarkannya untuk berkomunikasi dengan alam sekitarnya. Tiba-tiba muncul lagi sesosok yang tidak asing bagi pelupuknya. Berbagai permasalahan, kisah dan kenangan hadir begitu saja sampai rencana-rencana hangat pun ikutan menyertai tawa dan senda guraunya. Semakin menikmati fajar yang sudah menjadi terik, setumpuk cairan mengalir begitu saja mengusir dahaga toengaoe dan sosok tersebut. Hingga semua keluh kesah, tawa canda yang berbuntut berbagai macam ide untuk sebuah kata lestari terus saja menukik dan mewarnai kehadiran terik yang semakin tajam. Lagi-lagi kegelisahan ducati membuat toengoe mengiringi tarikan nafasnya menuju sebuah ruangan yang sangat luas dan kehebohan komunikasi dalam sebuah wacana pelestarian menyertai bibir-bibir yang bertebaran. Semakin menuju ke barat mendekati kegelisahan siluet, toengaoe berpindah lagi dengan gerahnya ducati dalam keheningan. Sekarang toengoe berayun ke sebuah hukum yang sangat repot sekali menganalisis tumpukan kertas dan yang jelas keyboard pun ikut bergerak naik turun terinjak jari jemari. Lagi-lagi sosok yang kabur entah kemana menyapa toengaoe dan sosok lainnya untuk melanjutkan rencana yang komunikasinya belum sampai. Semakin siluet semakin gencar kisah yang tersalurkan hingga keberangkatan sosok lainnya memudarkan harapan sosok menemui sebuah kesimpulan. Namun kesepahaman yang semula memang bermula saat itu dan sepertinya harus dirangkai kembali dari ke waktu sehingga harapan yang mengalir menuju kejayaan tersebut sedikit demi sedikit bisa terwujud begitu saja. Ducati yang termenung sendiri kembali memaksa toengaoe untuk mendekati basecamp yang sudah ditinggalkan dalam beberapa lama ini.
q090302t