RaCSA = Rapid Carbon Stock Appraisal

Ini nih salah satu TOOLS yang memungkinkan kita untuk menghitung Karbon (C) yang tersimpan di permukaan dan di dalam perut bumi. Ini berguna ketika mekanisme REDD yang direncanakan akan berjalan setelah habisnya tenggang waktu Kyoto Protocols pada 2012. Mekanisme REDD ini menjadi salah satu Trend dalam bahasan Climate Change atau Perubahan Iklim yang dihebohkan dengan COP di Bali pada akhir tahun 2007.

Dalam RaCSA ini, penggabungan ilmu tanah dan ekologi hutan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat. Bisa saja diperlukan ilmu-ilmu lainnya untuk mempercepat proses penghitungannya. Dalam aplikasinya, baru dapat dilakukan di dalam kawasan Agroforestry dan akan sangat seru sekali kalau diadakan di dalam kawasan hutan alami atau virgin forest.

Untuk mempercepat proses sosialisasi, pada tanggal 15-19 Juni 2009 ini, penulis mengikuti Pelatihan RaCSA ini di Palembang yang difasilitasi oleh ICRAF, EU, BPPSLD, Ditjen Planologi.

Menarik sekali ketika mengikuti pelatihan tersebut, apalagi dengan adanya penghitungan baru bagi kawasan yang bersubstrat gambut.

Yang jelas penghitungan karbon tersimpan yang ujung-ujungnya akan mempertegas Carbon Trade atau Perdagangan Carbon ini bukanlah bertujuan untuk menjual Arang apalagi Batu Bara. Sebagai sasaran akhirnya sudah jelas untuk mendorong adanya keinginan kita bersama untuk mengurangi percepatan perubahan iklim yang semakin panas dan untuk menjaga keberadaan hutan hujan tropis.