Klaim Malaysia terhadap bunga Rafflesia arnoldi membangkitkan semangat Kelompok Peduli Puspa Langka Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, untuk melestarikan habitat flora langka itu. “Terus terang kami sakit hati mengetahui dari media bahwa Malaysia juga mengklaim bunga Rafflesia,” kata Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Holidin, Minggu.

Padahal, kata dia, semangat masyarakat sudah berkurang untuk menjaga setiap bunga yang mekar di kawasan Hutan Lindung dan Cagar Alam Taba Penanjung. Namun. dengan adanya klaim tersebut, anggota kelompok kembali bersemangat membersihkan kawasan dua bunga Rafflesia yang mekar di perbatasan Kota Bengkulu-Kepahiang sejak dua hari terakhir.

“Ada dua yang mekar, posisinya 200 meter dari jalan raya. Sebenarnya kami tidak semangat membuka jalan karena medannya curam, tetapi mengingat klaim Malaysia atas Rafflesia, semangat anggota kelompok jadi tinggi,” katanya. Holidin mengatakan satu bunga sedang mekar sempurna dan diperkirakan masih mekar hingga empat hari ke depan.

Bunga yang mekar tersebut berada di kemiringan 65 derajat dengan diameter 80 cm, dan dapat dinikmati pengunjung hingga 12 hari ke depan sebelum membusuk. Sementara itu, satu bunga lainnya masih mulai membuka kuncup dan diperkirakan mekar sempurna enam hari lagi.

Selain dua bunga tersebut, kelompok ini juga menemukan dua calon bunga sebesar bola kaki, dan lima yang sebesar bola kasti. Diperkirakan hingga satu bulan ke depan calon bunga itu akan berbunga secara bergantian.
“Jadi, pengunjung punya banyak kesempatan untuk melihat bunga ini di habitatnya langsung,” katanya.

Selain tujuh calon bunga tersebut, Holidin yang saat ini sedang membersihkan lokasi bunga dan merintis jalan setapak bagi pengunjung mengatakan enam inang bunga Rafflesia juga menunjukkan tanda-tanda calon bunga yang biasa disebut tombol.

Jumlah tombol, kata dia belum bisa dipastikan karena pihaknya belum menghitung. “Kelihatannya banyak calon bunga yang akan muncul karena ada enam inang yang kami temukan dengan banyak tombol, atau benjolan calon bunga,” katanya. Holidin dan timnya telah membuat tanda bagi pengunjung dengan memasang papan di pinggir jalan raya, dan kelompok tersebut juga telah membuka jalan setapak untuk pengunjung yang berniat menikmati flora langka itu.(*)

sumber: Antara, 25 Oktober 2009-Bengkulu; dalam INCL 12-38b