Rafflesia
mungkin hampir semua kita kenal dan tahu dengan si Cantik dari Rimba Belantara ini. Sepertinya sudah menjadi ikon di dalam dunia tumbuh-tumbuhan kalau Rafflesia sudah mulai dibicarakan oleh banyak orang. Namun seperti yang kita tahu, belum terlalu banyak yang tahu bagaimana keadaan Rafflesia saat ini di habitatnya? Dan apakah memang Rafflesia masih dapat ditemukan? Atau apakah populasi Rafflesia masih banyak sebanyak Rimba Belantara kita yang juga masih ada?

Menjelang penutup bulan pertama di tahun 2010 ini, RMT Padang mengadakan diskusi dan sharing dengan masyarakat di Palupuh Kab. Agam. Kawasan Palupuh yang lebih dikenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh merupakan sebuah kawasan pelestarian yang sejak tahun 1920-an ditetapkan sebagai Cagar Alam khusus untuk Rafflesia. Hampir mendekati seabad, kawasan ini sudah menjadi kawasan pelestarian khusus untuk Rafflesia. Dalam pengamatan terakhir masih ada ditemukan individu-individu Rafflesia yang tumbuh di dalam kawasan ini, walaupun di sekeliling kawasan terutama yang menghadap ke Koto sudah menjadi Parak.

Dari diskusi dan sharing ini, secara umum masyarakat Palupuh telah merasakan betapa besarnya manfaat Rafflesia bagi mereka. Namun dengan semakin tingginya tekanan terhadap kawasan hutan hujan tropis yang menjadi paru-paru dunia saat ini termasuk kawasan hutan di Palupuh ini, mereka juga merasa khawatir dengan keberlangsungan hidup Rafflesia di habitatnya. Sehingga sangat diperlukan Model-Model Pengelolaan bagi keberlangsungan hidup Rafflesia khususnya di daerah Palupuh ini. Apalagi hingga saat ini belum ada model tersendiri bagi pengelolaan terhadap suatu spesies tumbuhan khususnya untuk Rafflesia. Secara umum, masyarakat di Palupuh yang bersentuhan langsung dengan Rafflesia terus berusaha untuk mengelola kawasan hutan mereka demi menjaga keberadaan Rafflesia di habitatnya.

Catatan:
untuk lebih baiknya Pengelolaan Kawasan Rafflesia ini, Silahkan memberikan masukan-masukan untuk model pengelolaan Rafflesia yang berkelanjutan dan lestari yang tetap memperhatikan penghidupan masyarakat di sekitarnya.