HPPB of Andalas Botanic Garden
Tutupan Tajuk Pohon yang masih rapat di kawasan Kebun Raya Universitas Andalas yang menjadi kediaman bagi berbagai Flora dan Fauna di dalamnya (Photo by naturasumatrana)

Pakar: Bukit Andalas menjanjikan untuk konservasi eksitu

Sumber : Antara News, 29 Februari 2012
Padang

Pakar Ilmu Tanaman dari Universitas Andalas (Unand) Prof. Mansyurdin mengemukakan Bukit Andalas di Kecamatan Pauh Kota Padang, cocok dijadikan sebagai konservasi eksitu yakni perlindungan terhadap lingkungan makhluk hidup di luar habitat aslinya. “Kecocokan tersebut diindikasikan oleh banyaknya populasi dan variasi genetik yang dapat hidup di kawasan Bukit Andalas,” katanya di Padang, Rabu. Ia menilai, konservasi eksitu berguna sebagai penyanggah habitat asli yang ada di suatu kawasan perbukitan.

Menurut dia, rusaknya habitat mengakibatkan kepunahan pada tanaman. Habitat yang rusak juga berakibat kepada kehidupan habitat lain. “Sementara, dalam lingkup luas, kerusakan habitat akan mempengaruhi perubahan iklim,” katanya. Perubahan iklim akan menghambat pertumbuhan dan inbreeding (penyerbukan) pada tanaman juga terganggu. Dengan populasi dan variasi genetik yang sedikit, tanaman sulit untuk menghadang perubahan iklim, katanya.

Ia mencontohkan, di Lembah Anai Kabupaten Tanah Datar, populasi tanaman terbilang sedikit dengan habitat yang mulai mengalami kerusakan dan dikhawatirkan lama-kelamaan akan punah. Berbeda dengan di Bukit Andalas, lanjut dia, di perbukitan itu habitatnya masih alami dan dalam kondisi baik serta populasi tanaman juga banyak. “Di Sumbar terdapat belasan tanaman yang tergolong langka. Tanaman tersebut berjumlah lebih kurang 50 populasi dalam satu hektar dalam arealnya,” ungkap Ketua Program Studi Biologi Pascasarjana Unand itu.

Tetapi, lanjut dia, tidak seluruh tanaman yang hampir punah dikonservasi. Di Sumbar, proteksi terhadap lingkungan tanaman dalam habitat aslinya (konservasi insitu) sudah mulai mengalami kerusakan. “Hal ini salah satunya disebabkan oleh aktivitas penduduk yang menggunakan lahan untuk kepentingan lain,” katanya. Ia menyebutkan, pihaknya telah membuat suatu lahan di Bukit Andalas untuk melestarikan tanaman langka.

Lahan tersebut sudah mengoleksi 50 tanaman langka yang didatangkan dari Provinsi Riau dan Jambi, kata dia. Tanaman yang sudah dikonservasi, lanjut dia, seperti Bunga Andaleh, Kemenyan, Mangga Pesisir, dan Palasan. “Dengan areal 15 hektar, lahan Bukit Andalas dapat menampung seluruh tanaman langka di Sumbar. Dalam persaingan mendapatkan makanan antar tanaman tidak menjadi persoalan karena perolehan makanan didapatkan dari unsur hara,” katanya. Ia menambahkan, Bukit Andalas mempunyai intensitas air cukup dengan ketinggian daerah lebih kurang dua ratus meter di atas permukaan laut. “Keadaan ini telah memenuhi syarat daerah yang dijadikan sebagai wilayah konservasi,” katanya.

Source: Antara News, excluded front Photo
———————————————————-
“Use Paperless to Save Our Remaining Forest”