Home

Nepenthes: Antara Kesempatan dan Ancaman

Leave a comment

Nepenthes: Antara Kesempatan dan Ancaman

oleh: Nepenthes Team – Sumatra

Nepenthes, tumbuhan berkantong unik ini pasti menarik para kolektor tumbuhan di Indonesia. Bukan hanya itu, si “Kantong Semar” ini pun diminati oleh kolektor luar negeri setelah sekian lama terlupakan begitu saja. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peranan media yang intensf memberitakan keberadaannya, sebut saja Trubus, Flona, Kompas dan media lainnya. Istana presiden pun sempat dihiasi rangkaian kantong tumbuhan ini. Para hobiis dan grower Nepenthes mulai bangga menunjukkan koleksi yang mereka punya dan melahirkan peminat-peminat baru yang tidak sedikit jumlahnya. Para kolektor latah pun mulai membiasakan diri membeli tumbuhan ini dari pameran atau expo tumbuhan hias yang digelar beberapa institusi. Ulasan tentang Nepenthes nyaris tidak terhenti dalam beberapa bulan terakhir dan mengambil alih perhatian pencinta tanaman hias lainnya untuk sementara waktu seperti pencinta tanaman jenis Euphorbia dan Aglaomorpha yang sempat melejit di akhir tahun 2005.

Walau tidak terdefinisikan dengan jelas ada 3 kelompok pencinta Nepenthes yang ada di Indonesia, antara lain:

1. Kelompok pertama: Peneliti Nepenthes

Umumnya bermain di lingkungan perguruan tinggi atau lembaga penelitian. Jumlahnya sedikit dan tidak begitu terekspos media.

2. Kelompok kedua: Peneliti dan praktisi Nepenthes

Komunitas ini kebanyakan berisi pencinta Nepenthes, hobiis, grower, praktisi tanaman hias dan beberapa perguruan tinggi yang menaruh perhatian terhadap tumbuhan ini. Kelompok ini mempunyai komunitas yang paling besar dan keberadaanya mulai terangkat ke permukaan. Dalam kelompok ini berkumpul beberapa anggota yang beragam, majemuk dengan orientasi masing-masing yang belum bisa diprediksi dengan jelas. Ada yang hanya sekedar hobi, ada yang mengembangkan pemanfaatan berkelanjutan dan ada yang pure conservationist. Kelompok ini belakangan sangat diminati media untuk diekspos keberadaannya.

3. Kelompok ketiga: Pebisnis Nepenthes

Naiknya popularitas si ”Kantong Semar” jelas dianggap sebagai peluang pasar yang harus dicermati dan tidak boleh dilewatkan begitu saja. Terlebih tumbuhan ini sudah mempunyai nama besar di negara-negara besar diluar Indonesia. Hampir semua jenis asli Nepenthes Indonesia sudah tersebar di negara-negara di Eropa, Amerika dan Jepang. Kelompok ini berada dalam lingkaran abu-abu, di satu sisi berjuang untuk pelestarian Nepenthes, disisi lain mencabut dan mengumpulkan berpuluh puluh Nepenthes liar yang tumbuh di alam untuk menebalkan kantong dengan mengambinghitamkan pembukaan ladang dan masyarakat lokal.

“Tidak Ada Asap Kalau Tidak Ada Api. Tidak Ada Yang Terjual Kalau Tidak Seorangpun Mau Membeli”

Nepenthes punya peluang besar untuk dimanfaatkan, itu sudah disadari jauh-jauh hari oleh pebisnis, pencinta dan praktisi tanaman hias. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memproklamirkan keberadaannya. Ada ancaman kepunahan dibalik besarnya manfaat yang bisa diambil, itu pun sudah disadari lama oleh para ahli di institusi-institusi penelitian. Sebagai bukti perlindungan dirumuskannya bentuk undang-undang. Namun undang-undang ini seakan hanya sebuah pengumuman. Karena sejauh ini perlindungan Nepenthes belumlah terlaksana dengan baik, terbukti adanya penurunan populasi dan kerusakan habitat alami Nepenthes. Tanaman yang dilindungi inipun bernasib sama dengan berbagai macam tanaman hias lainnya. Dijajakan di di pinggir jalan dengan harga yang lumayan. Lalu bagaimana dengan status perlindungannya? Siapa yang harus dan berkewajiban melindunginya?

Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Nepenthes Team
email: sumatrannepenthes [at] yahoo. com

(Artikel ini pernah diterbitkan dalam Indonesia Nature Conservation newsLetter (INCL) PILI – NGO Movement Edisi 9-19b pada 15 May 2006 yang ditulis oleh Team Leader Nepenthes Team dan dikirimkan ke redaksi INCL pada 14 May 2006)

Catatan dari Admin: Beberapa penulisan huruf yang berlebih dan kurang serta yang seharusnya dimiringkan terutama pada nama Latin untuk Nepenthes sudah dilakukan dalam proses penulisan pada saat ini.

Advertisements

Spesies Prioritas Indonesia

Leave a comment

Pada awal Juni 2009 ini, Nepenthes Team diundang untuk mengikuti Workshop Penentuan Spesies Prioritas untuk Konservasi Tumbuhan Indonesia Terancam Kepunahan yang difasilitasi oleh Kebun Raya Bogor. Workshop ini ditujukan untuk menilai status keberadaan tumbuhan Indonesia sehingga dapat dijadikan rekomendasi untuk pelestariannya. Tahap awal ini, baru dilakukan penilaian terhadap family Arecaceae, Cyatheaceae, Nepenthaceae dan Orchidaceae.

Sebagai hasilnya didapatkan 100 spesies dari ke-4 family tersebut yang berkategori A (perlu usaha konservasi cepat) dengan Nepenthes adnata yang menjadi spesies terprioritasnya.

Nepenthes Team News

Leave a comment

Sekedar untuk informasi, silahkan lihat

All about Nepenthes Team dalam Nepenthes Team News:
News 01
News 02
News 03
Selamat menikmati.

Older Entries

%d bloggers like this: