Home

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

15 Comments

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

HA. Kiswanto & PA/Natura Conservanda
Naturae, Padang, 01 Agustus 2010

“Akhirnya apa yang saya lakukan seperti yang dilakukan para peneliti, sekarang berhasil dengan mekarnya Rafflesia yang saya tanam sendiri. Walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama” begitu kata Pemiliknya yang sudah bertahun-tahun hidup bersama Rafflesia di daerahnya.

Rafflesia arnoldi
Gambar 1. Rafflesia arnoldi mekar di halaman rumah

Setelah keberhasilan mekarnya bunga Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor (KRB) pada awal bulan Juni 2010 dan pertengahan bulan Juli 2010 lalu. Pada hari Kamis tanggal 29 Juli kemaren di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam juga diketahui berhasil mekar bunga terbesar di dunia, yaitu bunga Rafflesia arnoldii R. Br. Bunga tersebut mekar secara sempurnadi halaman rumah salah seorang penduduk.
Menurut pemilik rumah tersebut, “Rafflesia tersebut sudah ditanam melalui proses injeksi pada inangnya Tetrastigma lebih kurang tiga tahun yang lalu. Ini merupakan bunga pertama yang berhasil mekar secara sempurna.”

Rafflesia arnoldi
Gambar 2. Posisi Rafflesia arnoldi yang mekar di halaman rumah dan dinaungi oleh tumbuhan inangnya

Berdasarkan pengamatan RMT – Natura Conservanda, sebanyak 39 orang turis asing telah menikmati mekarnya bunga yang berada di pinggir kolam tersebut. Kedatangan turis asing tersebut terbagi atas dua rombongan.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh yang diperuntukkan bagi pelestarian Rafflesia, daerah ini juga telah menjadi daerah tujuan wisata yang penting bagi para pelancong dan turis asing.

QNSe0730-7944
Gambar 3. Rafflesia arnoldi R. Br. mekar juga setelah menunggu waktu yang lama dengan sangat sempurna

Sehingga dengan mekarnya Rafflesia di halaman rumah penduduk ini, akan lebih menambah nilai tersendiri bagi daerah ini. Apalagi informasi ini juga menjadi informasi yang paling berharga dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam pelestarian Rafflesia yang selama ini sangat sulit untuk di ex-situkan. (HAK&PA).

Rafflesia Mekar Dirusak Oknum

2 Comments

Bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldii) yang sedang mekar sempurna di Km 40 jalan lintas Kota Bengkulu-Kepahiang dirusak oknum tidak bertanggung jawab dengan memotong salah satu kelopak bunga dengan menggunakan benda tajam.

Anggota tim Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Holidin mengatakan bunga tersebut mekar hanya berjarak 2 meter dari badan jalan sehingga sangat mudah dijangkau pengunjung.

“Kami tidak tahu siapa yang memotong kelopak ini karena tidak ada penjagaan saat malam hari,”katanya, Senin. Bunga langka yang mekar sempurna itu masih ramai didatangi pengunjung yang ingin melihat keindahan bunganya.

Salah seorang pengunjung, Musiardanis mengatakan merasa kecewa dengan tindakan tidak terpuji itu. “Bangsa lain ada yang mengklaim bunga ini saking unik dan langkanya, tetapi masyarakat kita sendiri sama sekali tidak memiliki rasa tanggung jawab untuk memelihara, malah merusak,”katanya.

Bunga Rafflesia yang normalnya memiliki lima kelopak, dengan dipotongnya satu kelopak tersebut hanya tinggal empat sehingga membuat bunga itu kurang menarik untuk dipandang.

Menurut Kabag Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Supartono mengatakan Hutan Lindung (HL) Bukit Daun merupakan habitat Bunga Rafflesia dan memang sering ditemui bunga yang sedang mekar.(*)

Sumber: Antara, 25 Januari 2010
Bengkulu

Rafflesia dan Masyarakat

Leave a comment

Rafflesia
mungkin hampir semua kita kenal dan tahu dengan si Cantik dari Rimba Belantara ini. Sepertinya sudah menjadi ikon di dalam dunia tumbuh-tumbuhan kalau Rafflesia sudah mulai dibicarakan oleh banyak orang. Namun seperti yang kita tahu, belum terlalu banyak yang tahu bagaimana keadaan Rafflesia saat ini di habitatnya? Dan apakah memang Rafflesia masih dapat ditemukan? Atau apakah populasi Rafflesia masih banyak sebanyak Rimba Belantara kita yang juga masih ada?

Menjelang penutup bulan pertama di tahun 2010 ini, RMT Padang mengadakan diskusi dan sharing dengan masyarakat di Palupuh Kab. Agam. Kawasan Palupuh yang lebih dikenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh merupakan sebuah kawasan pelestarian yang sejak tahun 1920-an ditetapkan sebagai Cagar Alam khusus untuk Rafflesia. Hampir mendekati seabad, kawasan ini sudah menjadi kawasan pelestarian khusus untuk Rafflesia. Dalam pengamatan terakhir masih ada ditemukan individu-individu Rafflesia yang tumbuh di dalam kawasan ini, walaupun di sekeliling kawasan terutama yang menghadap ke Koto sudah menjadi Parak.

Dari diskusi dan sharing ini, secara umum masyarakat Palupuh telah merasakan betapa besarnya manfaat Rafflesia bagi mereka. Namun dengan semakin tingginya tekanan terhadap kawasan hutan hujan tropis yang menjadi paru-paru dunia saat ini termasuk kawasan hutan di Palupuh ini, mereka juga merasa khawatir dengan keberlangsungan hidup Rafflesia di habitatnya. Sehingga sangat diperlukan Model-Model Pengelolaan bagi keberlangsungan hidup Rafflesia khususnya di daerah Palupuh ini. Apalagi hingga saat ini belum ada model tersendiri bagi pengelolaan terhadap suatu spesies tumbuhan khususnya untuk Rafflesia. Secara umum, masyarakat di Palupuh yang bersentuhan langsung dengan Rafflesia terus berusaha untuk mengelola kawasan hutan mereka demi menjaga keberadaan Rafflesia di habitatnya.

Catatan:
untuk lebih baiknya Pengelolaan Kawasan Rafflesia ini, Silahkan memberikan masukan-masukan untuk model pengelolaan Rafflesia yang berkelanjutan dan lestari yang tetap memperhatikan penghidupan masyarakat di sekitarnya.

%d bloggers like this: