Home

Rafflesia arnoldi Kembali Mekar di Pekarangan Rumah Penduduk

2 Comments

Naturae – Padang, 20 Agustus 2011

Kita masih ingat dengan perkembangan terbaru dalam usaha ex-situ Rafflesia yang dalam dua tahun belakangan ini mulai memperlihatkan adanya knop-knop yang berhasil mekar. Bunga yang mekar tersebut hampir rata-rata tumbuh dari tumbuhan inang Tetrastigma yang diambil dari habitat aslinya. Sehingga dimungkinkan adanya individu-individu yang masih dorman atau dalam proses pertumbuhan masih ada di dalam tubuh tumbuhan inang tersebut. Bahkan mungkin biji-biji yang diinjeksikan oleh para peneliti dan orang-orang yang mencoba menanamnya juga berhasil tumbuh menjadi individu-individu Rafflesia baru (Akhriadi & Hernawati, in press).

Di Sumatera Barat sendiri, usaha mengex-situkan Rafflesia malah dilakukan oleh seorang masyarakat yang kesehariannya berlaku sebagai guide untuk wisatawan yang mau menikmati dan mendokumentasikan bunga Rafflesia. Usaha ini telah menuaikan hasilnya pada tanggal 27 Juli 2010 yang lalu, satu bunga Rafflesia berhasil mekar di pekarangan rumahnya. Bila diperhatikan secara geografis, posisi rumah tersebut masih berada dekat dengan habitat alaminya. Sedangkan sebulannya pada 1 Juni 2010 di Kebun Raya Bogor juga sudah berhasil mekar Rafflesia patma. Usaha penanaman Tetrastigma tersebut dengan keberhasilannya sudah membuktikan bahwa dengan campur tangan manusia juga dapat dijadikan sebagai babak baru dari usaha-usaha ex-situ Rafflesia yang telah menjadi ikon dalam usaha-usaha konservasi alam.

Rafflesia arnoldi di pekarangan mekar lagi

Pada tanggal 20 Agustus 2011 ini di tempat yang sama juga kembali satu knop Rafflesia arnoldi berhasil mekar secara sempurna. Berdasarkan informasi dari pemilik rumah tersebut, diperkirakan mekarnya bunga tersebut sudah berlangsung selama dua hari. Sementara dua knop lainnya sedang menunggu cukup umur untuk dapat mekar secara sempurna. Pada waktu bersamaan di habitat aslinya yang berada di dalam Cagar Alam Rafflesia Batang Palupuh juga sedang mekar satu bunga Rafflesia arnoldi lainnya.

Usaha pelestarian ex-situ ini walaupun masih di dekat habitat aslinya dalam hal ini di pekarangan rumah patut dihargai sebagai sebuah sejarah baru dalam usaha-usaha penyelamatan spesies ini dari kepunahan. Apalagi pada saat ini kondisi kawasan hutan sebagai habitat aslinya semakin terdegradasi untuk kepentingan-kepentingan yang dianggap penting oleh manusia dalam mendapatkan sebuah kesejahteraan sesaat (ieth/PA).

CATATAN:
Tulisan ini merupakan bagian dari sebuah proses pembelajaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan penanaman ex-situ terhadap bunga Rafflesia arnoldi yang telah menjadi ikon dalam usaha-usaha pelestarian hutan khususnya flora.
Untuk informasi mengenai Rafflesia mekar di pekarangan rumah, silahkan baca di https://naturasumatrana.wordpress.com/2010/08/08/rafflesia-arnoldii-r-br-mekar-di-halaman-rumah/ dan http://naturaconservanda.wordpress.com/2011/03/19/rafflesia-di-pekarangan/.
Kutipan diatas diambil dari: Akhriadi, P. & Hernawati. Notes on History of Rafflesia arnoldi R. Br. Planted Ex-situ by Local People and Its Habitat in Sumatera Barat, Indonesia. In press.

Bunga Rafflesia Mekar di Kawasan Hutan Mukomuko

2 Comments

Bunga Rafflesia Mekar di Kawasan Hutan Mukomuko
Sumber : Antara News, 9 Agustus 2011
Mukomuko, Bengkulu

Bunga Rafflesia arnoldi mekar dalam kawasan hutan tepatnya berada di Desa Talang Baru, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. “Kami menemukan bunga Rafflesia arnoldi pada Minggu (7/8) pukul 15.30 WIB saat sedang memasang perangkap burung,” kata Yakub di Mukomuko, Selasa. Yakub mengatakan, warga yang pertama kali menemukan bunga Rafflesia arnoldi itu adalah Nur Arifin (30). Saat pertama kali ditemukan oleh sejumlah warga desa itu, lanjutnya, tidak ada hal yang istimewa karena tidak tahu yang ditemukan merupakan bunga Rafflesia arnoldi.

Tetapi setelah diabadikan menggunakan kamera telepon genggam dan di bawa pulang ke desa untuk diperlihatkan kepada warga lain, akhirnya mereka yakin bunga besar itu merupakan Rafflesia arnoldi. Setelah yakin bunga yang ditemukan itu merupakan Rafflesia arnoldi, selanjutnya Dan Ramil Kecamatan Ipuh, Kapten Inf Edi Prayitno melalui Bakor Malin Deman Serka Yakup Suseno, bersama-sama dengan warga melihat secara langsung lokasi penemuan itu. Di lokasi penemuan bunga Rafflesia arnoldi ditemukan banyak sekali bonggol bunga itu. Bahkan mekarfnya bunga Rafflesia arnoldi di kawasan hutan daerah itu bukan untuk pertama kali.

“Sebelumnya sudah ada bunga Rafflesia yang mekar denga ukuran yang jauh lebih besar dari ukuran sekarang karena ditemukan sisa bunga yang telah membusuk,” kata Yakub. Kepala Desa Tanjung Jaya M. Yusak mengatakan masih ada satu bunga Rafflesia arnoldi yang akan mekar di lokasi yang sama. Menrut Yusak lokasi penemuan bunga langka tersebut cukup curam dengan kemiringan berkisar 70 derajat. Untuk sementara ini bunga Raflesia yang baru mekar hanya satu berukuran sekitar 60 centimeter dengan tinggi 20 centimeter dengan warga warna merah muda pucat. Sedangkan satu bunga lagi diperkirakan bakal mekar dalam waktu dekat ini. Selain itu juga masih banyak puluhan bonggol bunga Rafflesia dilokasi tersebut.

catatan oleh Natura Tropicae:
penulisan nama ilmiah untuk Rafflesia arnoldi sudah dibenarkan

Raflesia yang Mekar Terancam Punah

Leave a comment

Raflesia yang Mekar Terancam Punah

Sumber : Kompas.com, 3 Juli 2011
Oleh : Yunanto Wiji Utomo dan A. Wisnubrata
Bogor

Bunga Rafflesia rochussenii untuk kali pertama mekar di Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, sejak Jumat (1/7/2011). Bunga yang mekar tersebut memiliki diameter 12 cm dan tinggi sekitar 4 cm. Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas Dr Didik Widyatmoko mengatakan saat dihubungi hari Minggu (3/7/2011) bahwa, “Bunga Rafflesia rochussennii sebenarnya merupakan spesies asli dan endemik Jawa Barat.”

Didik menjelaskan bahwa spesies ini optimal tumbuh di ketinggian 700-1400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Biasanya, Rafflesia rochussenii hidup di lantai hutan yang lembab dan didominasi vegetasi Fagaceae. Spesies ini dahulu tersebar di Jawa Barat, hingga Garut, Bandung Selatan, dan Palabuhan Ratu. “Diduga, bunga itu saat ini hanya terdapat di kawasan hutan Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak,” ucap Didik.

Didik mengatakan, konversi lahan hutan bisa menjadi solusi mengingat persebaran spesies ini mulai terbatas. “Sekarang upaya konservasi yang serius adalah sesuatu yang mendesak. Kalau tidak, ya nanti bisa punah,” ucap Didik. Langkah konservasi bisa dimulai dengan melestarikan lahan hutan. Menurutnya, program di Gunung Gede dan Pangrango yang sudah ada saat ini bisa dilanjutkan dan ditingkatkan sehingga lebih optimal.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Kebun Raya Cibodas merupakan satu langkah untuk konservasi spesies itu. “Kita coba dengan eks situ. Kalau nanti kita berhasil, jika diperlukan, maka kita bisa kembalikan ke alam,” lanjut Didik. Menurut Didik, informasi tentang Rafflesia rochussenii masih sangat minim. Ke depan, perlu penelitian agar kondisi lingkungan optimal diketahui sehingga membantu upaya pelestarian dan budidaya di Cibodas.

Rafflesia rochussenii merupakan kerabat Rafflesia arnoldi yang endemik Sumatera dan Rafflesia patma yang juga tumbuh di Kebun Raya Bogor. Perbedaan Rafflesia rochussenii dengan spesies lain ada pada ukurannya yang lebih kecil.

Older Entries

%d bloggers like this: