Home

Rafflesia arnoldi Kembali Mekar di Kawasan Cagar Alam Batang Palupuh Bukittinggi

1 Comment

Rafflesia arnoldi Kembali Mekar di Kawasan Cagar Alam Batang Palupuh Bukittinggi

Naturae, Minangkabau – 20 Mei 2012

Masih ingatkah kita dengan Bunga Bangkai? Yach, Bunga Bangkai yang berbau busuk dan menurut mitosnya menjadi tumbuhan pemakan daging yang biasa disebut Bunga Rafflesia dan di Jawa sering disebut Bunga Patma ini kembali mekar di dalam Kawasan Cagar Alam Batang Palupuh. Berdasarkan catatan dari Rafflesia Monitoring Team (RMT) Padang, kawasan ini termasuk salah satu kawasan paling aktif dalam hal mekarnya Bunga Rafflesia tersebut. Bunga Rafflesia yang mekar tersebut berdasarkan nama Latinnya adalah Rafflesia arnoldi. Rafflesia arnoldi yang selanjutnya ditulis R. arnoldi yang mekar ini sejenis dengan R. arnoldi yang menjadi ikonnya Bengkulu dan merupakan Bunga Terbesar yang ada di muka bumi.

Pada hari ini (20/5) juga telah berhasil mekar bunga Rafflesia arnoldi di dalam kawasan CA Batang Palupuh. Menurut salah seorang warga Nagari Koto Rantang yang selama ini menjadi Pemerhati Bunga tersebut, “Bunga Rafflesia ini ditemukan mekar di dalam Kawasan Cagar Alam dan diperkirakan akan mekar hingga tanggal 28 Mei nanti. Jadi bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin melihat mekarnya bunga Rafflesia arnoldi ini silahkan datang dan berkunjung ke Nagari kami ini. Kami dengan senang hati menemani para pengunjung untuk menunjukkan keberadaan bunga tersebut”.

Berdasarkan catatan dari RMT Padang, R. arnoldi juga pernah mekar di TWA Mega Mendung yang berada di kawasan CA Lembah Anai dalam rentang tahun 2000 hingga 2006. Namun pada saat ini, bunga tersebut sudah tidak ada dapat ditemukan lagi karena habitatnya sudah beralih fungsi menjadi tempat pemandian yang paling sejuk dan paling ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Selain R. arnoldi juga ditemukan adanya bunga R. gadutensis dan R. hasseltii di kawasan hutan di Sumatra Barat. Untuk R. gadutensis yang merupakan spesies endemik di Pulau Sumatra dan termasuk spesies yang rentan terhadap kunjungan manusia yang tersebar di bagian barat Bukit Barisan. Sedangkan R. hasseltii yang lokasi ditemukannya pertama kali ketika pemberian namanya di kawasan hutan di wilayah Solok Selatan memiliki sebaran yang lebih luas dibandingkan R. gadutensis. R. haseltii ini pernah ditemukan di kawasan hutan bagian timur Sumatra Barat dan wilayah TN Kerinci Seblat (TNKS) serta kawasan TN Bukit Tigapuluh (TNBT) di Riau. (qt)

Species Gallery:

Rafflesia arnoldi R. Brown
Rafflesia arnoldi yang pernah mekar di kawasan hutan Batang Palupuh”

Rafflesia gadutensis W. Meijer
Rafflesia gadutensis yang pernah mekar di Sumatra Barat pada tahun 2004″

Rafflesia hasseltii Suringar
Rafflesia hasseltii yang pernah mekar di kawasan hutan di Sumatra Barat”

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

15 Comments

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

HA. Kiswanto & PA/Natura Conservanda
Naturae, Padang, 01 Agustus 2010

“Akhirnya apa yang saya lakukan seperti yang dilakukan para peneliti, sekarang berhasil dengan mekarnya Rafflesia yang saya tanam sendiri. Walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama” begitu kata Pemiliknya yang sudah bertahun-tahun hidup bersama Rafflesia di daerahnya.

Rafflesia arnoldi
Gambar 1. Rafflesia arnoldi mekar di halaman rumah

Setelah keberhasilan mekarnya bunga Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor (KRB) pada awal bulan Juni 2010 dan pertengahan bulan Juli 2010 lalu. Pada hari Kamis tanggal 29 Juli kemaren di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam juga diketahui berhasil mekar bunga terbesar di dunia, yaitu bunga Rafflesia arnoldii R. Br. Bunga tersebut mekar secara sempurnadi halaman rumah salah seorang penduduk.
Menurut pemilik rumah tersebut, “Rafflesia tersebut sudah ditanam melalui proses injeksi pada inangnya Tetrastigma lebih kurang tiga tahun yang lalu. Ini merupakan bunga pertama yang berhasil mekar secara sempurna.”

Rafflesia arnoldi
Gambar 2. Posisi Rafflesia arnoldi yang mekar di halaman rumah dan dinaungi oleh tumbuhan inangnya

Berdasarkan pengamatan RMT – Natura Conservanda, sebanyak 39 orang turis asing telah menikmati mekarnya bunga yang berada di pinggir kolam tersebut. Kedatangan turis asing tersebut terbagi atas dua rombongan.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh yang diperuntukkan bagi pelestarian Rafflesia, daerah ini juga telah menjadi daerah tujuan wisata yang penting bagi para pelancong dan turis asing.

QNSe0730-7944
Gambar 3. Rafflesia arnoldi R. Br. mekar juga setelah menunggu waktu yang lama dengan sangat sempurna

Sehingga dengan mekarnya Rafflesia di halaman rumah penduduk ini, akan lebih menambah nilai tersendiri bagi daerah ini. Apalagi informasi ini juga menjadi informasi yang paling berharga dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam pelestarian Rafflesia yang selama ini sangat sulit untuk di ex-situkan. (HAK&PA).

Rafflesia dan Masyarakat

Leave a comment

Rafflesia
mungkin hampir semua kita kenal dan tahu dengan si Cantik dari Rimba Belantara ini. Sepertinya sudah menjadi ikon di dalam dunia tumbuh-tumbuhan kalau Rafflesia sudah mulai dibicarakan oleh banyak orang. Namun seperti yang kita tahu, belum terlalu banyak yang tahu bagaimana keadaan Rafflesia saat ini di habitatnya? Dan apakah memang Rafflesia masih dapat ditemukan? Atau apakah populasi Rafflesia masih banyak sebanyak Rimba Belantara kita yang juga masih ada?

Menjelang penutup bulan pertama di tahun 2010 ini, RMT Padang mengadakan diskusi dan sharing dengan masyarakat di Palupuh Kab. Agam. Kawasan Palupuh yang lebih dikenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh merupakan sebuah kawasan pelestarian yang sejak tahun 1920-an ditetapkan sebagai Cagar Alam khusus untuk Rafflesia. Hampir mendekati seabad, kawasan ini sudah menjadi kawasan pelestarian khusus untuk Rafflesia. Dalam pengamatan terakhir masih ada ditemukan individu-individu Rafflesia yang tumbuh di dalam kawasan ini, walaupun di sekeliling kawasan terutama yang menghadap ke Koto sudah menjadi Parak.

Dari diskusi dan sharing ini, secara umum masyarakat Palupuh telah merasakan betapa besarnya manfaat Rafflesia bagi mereka. Namun dengan semakin tingginya tekanan terhadap kawasan hutan hujan tropis yang menjadi paru-paru dunia saat ini termasuk kawasan hutan di Palupuh ini, mereka juga merasa khawatir dengan keberlangsungan hidup Rafflesia di habitatnya. Sehingga sangat diperlukan Model-Model Pengelolaan bagi keberlangsungan hidup Rafflesia khususnya di daerah Palupuh ini. Apalagi hingga saat ini belum ada model tersendiri bagi pengelolaan terhadap suatu spesies tumbuhan khususnya untuk Rafflesia. Secara umum, masyarakat di Palupuh yang bersentuhan langsung dengan Rafflesia terus berusaha untuk mengelola kawasan hutan mereka demi menjaga keberadaan Rafflesia di habitatnya.

Catatan:
untuk lebih baiknya Pengelolaan Kawasan Rafflesia ini, Silahkan memberikan masukan-masukan untuk model pengelolaan Rafflesia yang berkelanjutan dan lestari yang tetap memperhatikan penghidupan masyarakat di sekitarnya.

Older Entries

%d bloggers like this: