Home

Hutan “Bujang Raba” jadi penyangga TNKS

Leave a comment

B3U
Selain menjadi penyangga TNKS, Ekosistem Bujangraba juga telah menjadi penyangga kehidupan masyarakat yang hidup di sekitarnya. (Photo: naturasumatrana)

Hutan “Bujang Raba” jadi penyangga TNKS

Jumat, 7 September 2012 06:15 WIB
Jambi (ANTARA Jambi)

Kawasan ekosistem Bukit Panjang Rantau Bayur (Bujang Raba) seluas 109 ribu hektare menjadi satu satunya poros penyangga hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang masih tersisa di Provinsi Jambi.

“Hanya kawasan ekosistem Bujang Raba ini yang masih alami mengingat kawasan hutan di Jambi hanya tersisa di spot-spot tertentu akibat alihfungsi hutan yang marak dilakukan sejak dekade 1970-an sampai saat ini,” ujar Manajer Komunikasi Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi Rudi Syaf di Jambi.

Kawasan ekosistem Bujang Raba yang ada di Kabupaten Bungo, Jambi patut dipertahankan karena merupakan bentang alam dengan fungsi kawasan dan tipe hutan yang kompleks, sekaligus sebagai penyangga TNKS.

“Kawasan ekosistem Bujang Raba ini, mencontohkan berbagai model pengelolaan hutan yang membentuk satu kesatuan kawasan dan berada di hulu daerah aliran sungai (DAS) Bungo-Tebo. Dengan tipe hutannya meliputi hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah,” jelas Rudi Syaf.

Dengan 109 ribu hektare, pengelolaan kawasan ekosistem Bujang Raba dilakukan secara terpisah-pisah dan tidak saling berkaitan berdasarkan fungsi masing-masing kawasan. Pengelolaan itu meliputi kawasan taman nasional, hutan desa, hutan adat, hutan tanaman industri, perkebunan dan kebun karet campur.

“Padahal kawasan ini berada dalam satu kesatuan ekosistem sehingga perlu adanya pengelolaan yang saling mendukung untuk menyelamatkan kawasan hutan tersisa di Provinsi Jambi,” ujarnya.

Dengan pengelolaan saling mendukung, ekosistem Bujang Raba dapat dipertahankan keberadaannya sebagai kawasan hutan tersisa dalam berbagai model pengelolaan yang lestari, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta dapat mengurangi berbagai bencana ekologis yang berdampak dari hulu ke hilir.(Ant)

Editor: Edy Supriyadi
Source: Antara Jambi
——————————————————————————————————————
#kabaKawasan

Advertisements

50 Taman Nasional akan Dikomersialkan

Leave a comment

50 Taman Nasional akan Dikomersialkan

Media Indonesia, 24 Maret 2011
Penulis : Asni Harismi
Jakarta

Kemenhut telah menawarkan semua taman nasional yang tersebar di 50 lokasi kepada pihak swasta. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran karena selama ini pengelolahan taman nasional oleh Unit Pengelolahan Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di tiap daerah menghabiskan anggaran negara.

“Ada 50 taman nasional yang memiliki potensi wisata alam dan semuanya sekarang kami tawarkan ke pihak swasta,” kata Dirjen PHKA Kemenhut Darori di Jakarta, Rabu (23/3).

Konsep penyerahan lahan konservasi ke pihak swasta ini sendiri diakuinya masih terbentur UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang memang melarang kawasan hutan konservasi untuk diubah fungsinya, termasuk dikomersialkan.

Namun untuk wisata alam tidak ada masalah lagi karena itu bisa dilakukan di zona pemanfatan. “Ini sudah diatur dalam PP No 36 tahun 2010 tentang Penguasaan Pariwisata Alam di Suakamargasatwa, taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam,” tandasnya. (HA/OL-9)

%d bloggers like this: