Home

Rafflesia Arnoldi Mekar di Hutan Bukit Daun

Leave a comment

Rafflesia Arnoldi Mekar di Hutan Bukit Daun

Antara, 21 Maret 2011
Bengkulu

Satu bunga Raflesia Arnoldi kembali mekar di Hutan Lindung Bukit Daun register 5 Desa Tebat Monok, Kecamatan Tebat Monok Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Senin.

Ketua Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Holidin mengatakan, ukuran bunga mekar tersebut merupakan yang terbesar dibanding tiga bunga yang ditemukan mekar sebelumnya di lokasi tersebut. “Diameternya mencapai satu meter,” katanya kepada ANTARA.

Sebelumnya, kelompok ini juga menemukan tiga bunga raflesia mekar di Hutan Lindung Bukit Daun namun diameter yang mekar saat ini merupakan yang terbesar. Holidin mengatakan, seperti biasanya, kelompok tersebut memberi pagar pengaman terhadap bunga tersebut untuk menghindari gangguan dari manusia atau satwa liar.

Anggota kelompok itu juga sudah membuat papan bertuliskan “bunga raflesia mekar” di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kota Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang, lokasi bunga mekar tersebut.

“Kami juga sudah membuat pondok penjagaan di pinggir jalan dan sudah ada jalan setapak menuju lokasi bunga, sekitar 200 meter dari badan jalan raya,” tambahnya.

Selain satu bunga mekar tersebut, kelompok yang dibentuk sejak 10 tahun lalu itu juga menemukan 22 bonggol atau calon bunga raflesia dalam radius satu kilometer di dalam Hutan Lindung Bukit Daun tersebut.

Ia memperkirakan, hingga akhir 2011 akan ada bunga raflesia mekar di HL tersebut sehingga masyarakat bisa menikmati keunikannya. “Tahun ini memang yang terbanyak mekar, masih ada 22 bonggol yang kami temukan, mudah-mudahan bisa mekar sempurna,” tambahnya. (RNI) Editor: Bambang

source: INCL 14-13b, 21 Maret 2011

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

15 Comments

Rafflesia arnoldii R. Br. MEKAR DI HALAMAN RUMAH

HA. Kiswanto & PA/Natura Conservanda
Naturae, Padang, 01 Agustus 2010

“Akhirnya apa yang saya lakukan seperti yang dilakukan para peneliti, sekarang berhasil dengan mekarnya Rafflesia yang saya tanam sendiri. Walaupun itu membutuhkan waktu yang sangat lama” begitu kata Pemiliknya yang sudah bertahun-tahun hidup bersama Rafflesia di daerahnya.

Rafflesia arnoldi
Gambar 1. Rafflesia arnoldi mekar di halaman rumah

Setelah keberhasilan mekarnya bunga Rafflesia patma di Kebun Raya Bogor (KRB) pada awal bulan Juni 2010 dan pertengahan bulan Juli 2010 lalu. Pada hari Kamis tanggal 29 Juli kemaren di Nagari Koto Rantang Kec. Palupuh Kab. Agam juga diketahui berhasil mekar bunga terbesar di dunia, yaitu bunga Rafflesia arnoldii R. Br. Bunga tersebut mekar secara sempurnadi halaman rumah salah seorang penduduk.
Menurut pemilik rumah tersebut, “Rafflesia tersebut sudah ditanam melalui proses injeksi pada inangnya Tetrastigma lebih kurang tiga tahun yang lalu. Ini merupakan bunga pertama yang berhasil mekar secara sempurna.”

Rafflesia arnoldi
Gambar 2. Posisi Rafflesia arnoldi yang mekar di halaman rumah dan dinaungi oleh tumbuhan inangnya

Berdasarkan pengamatan RMT – Natura Conservanda, sebanyak 39 orang turis asing telah menikmati mekarnya bunga yang berada di pinggir kolam tersebut. Kedatangan turis asing tersebut terbagi atas dua rombongan.
Sebagai daerah yang terkenal dengan Cagar Alam Batang Palupuh yang diperuntukkan bagi pelestarian Rafflesia, daerah ini juga telah menjadi daerah tujuan wisata yang penting bagi para pelancong dan turis asing.

QNSe0730-7944
Gambar 3. Rafflesia arnoldi R. Br. mekar juga setelah menunggu waktu yang lama dengan sangat sempurna

Sehingga dengan mekarnya Rafflesia di halaman rumah penduduk ini, akan lebih menambah nilai tersendiri bagi daerah ini. Apalagi informasi ini juga menjadi informasi yang paling berharga dalam dunia ilmu pengetahuan terutama dalam pelestarian Rafflesia yang selama ini sangat sulit untuk di ex-situkan. (HAK&PA).

DI AWAL TAHUN 2009, 3 SPECIES RAFFLESIA MEKAR DI SUMATERA BARAT

Leave a comment

Sebagian dari kita ketika mendengar kata Rafflesia langsung akan membayangkan bunga yang berukuran besar, berbau busuk dan berwarna merah menyala. Malahan sebagian masyarakat terutama yang berkegiatan di dalam hutan mempunyai keyakinan kalau bunga ini dapat memakan apa saja yang masuk ke dalam (melewati aperture-red) bunga ini, sehingga bunga ini ditakuti dan sering disebut Bunga Bangkai. Namun sebagian lain malah menjadikannya sebagai objek untuk menambah pendapatan ekonomi mereka dengan mengumumkannya ke khalayak ramai untuk mengundang para pelancong menikmati keindahan dan keajaiban bunga ini.
Sumatera Barat memiliki kawasan hutan alam dengan topografi berbukit-bukit dan menjadi hulu dari banyak DAS di Pulau Sumatera terutama DAS Agam-Kuantan dan DAS Batang Hari yang mengalir ke arah timur. Daerah ini diketahui memiliki 3 spesies Rafflesia,, yaitu Rafflesia arnoldii R. Brown, R. gadutensis W. Meijer dan R. hasseltii Suringar. Salah satu dari spesies tersebut merupakan spesies endemik Pulau Sumatera yaitu Rafflesia gadutensis W. Meijer. Sebagaimana diketahui selama ini, habitatRafflesia adalah di dalam hutan yang kondisinya masih bagus. Kondisi hutan Sumatera Barat yang relati masih bagus telah menjadi salah satu habitat yang penting bagi keberadaan Rafflesia di Pulau Sumatra.
Rafflesia MONITORING TEAM (RMT) Padang merupakan kumpulan orang yang terdiri dari peneliti dan mahasiswa yang dalam beberapa waktu belakangan ini sedang melakukan kajian yang intensif terhadap Rafflesia dan distribusinya di Sumatera Barat. Kajian ini mendapat dukungan dana dari Rufford Small Grants dan dari beberapa peneliti yang peduli dengan pelestarian Rafflesia. Dari hasil studi yang dilakukan sejak awal tahun 2009 hingga saat ini, diketahui adanya bunga Rafflesia yang mekar setiap bulan terutama Rafflesia arnoldii. Sementara itu R. gadutensis diketahui mekar hanya pada dua bulan pertama dalam tahun ini saja. Sedangkan R. hasseltii juga diketahui mekar pada bulan pertama dalam tahun ini.

Mekarnya bunga Rafflesia ini, di beberapa tempat sempat menjadi tontonan yang menarik bagi banyak kalangan untuk menyaksikan keindahan bunga ini. Sementara itu dari beberapa habitat bunga yang mekar sebelumnya, saat ini malah ada yang tidak tumbuh lagi individu-individu (knop-red) baru. Dari temuan sementara yang didapatkan oleh RMT Padang memperlihatkan jenis kelamin bunga yang mekar, kelebihan kunjungan manusia, degradasi dan konversi kawasan hutan terutama habitat Rafflesia dapat menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya bunga ini selain faktor makro iklim yang tren saat ini sebagai Perubahan Iklim Global.
Temuan adanya bunga Rafflesia yang mekar setiap bulan ini terutama R. arnoldii sebagai bunga yang terbesar di dunia telah menjadikan temuan yang menarik bagi keterlibatan Rafflesia sebagai salah satu spesies dalam usaha-usaha pelestarian alam. Dalam berbagai upaya pelestarian alam, Rafflesia sering dijadikan sebagai salah satu ikon baik untuk menentukan kawasan yang patut dikonservasi ataupun sebagai salah satu spesies yang menjadi target prioritas dalam konservasi spesies dan biodiversitas. Hal tersebut telah menjadikan Rafflesia sebagai salah satu spesies yang patut diperhatikan dalam usaha penyelamatan bumi dari kehancuran. (Qt)

Catatan:
Press Release ini dibuat dalam memperingati Hari Biodiversity Internasional tahun 2009

Older Entries

%d bloggers like this: